Harmoni Indonesia - Di sebuah rumah makan Smoker Resto di kawasan Jalan Pondok Gede Raya, Jakarta Timur, suasana hangat terasa berbeda pada akhir pekan lalu. Ratusan jemaat dan undangan berkumpul bukan sekadar menghadiri ibadah rutin, melainkan merayakan perjalanan panjang 48 tahun pelayanan Gereja POUK Hosana Cililitan. Perayaan yang mengusung tema “Kasih Kristus Mempersatukan dan Menumbuhkan” itu menjadi momentum refleksi atas perjalanan gereja yang lahir, bertumbuh, dan terus melayani di tengah dinamika kehidupan masyarakat perkotaan. Dalam subtemanya, jemaat diajak semakin teguh memelihara kasih persaudaraan serta menjadi berkat bagi sesame. Ibadah syukur dipimpin oleh Pdt. Dr. Nini Adelina Tanamal, M.Th., sementara khotbah disampaikan oleh Pdt. Dr. Sapta Baralaska Utama Siagian. Dalam pesannya, ia mengingatkan bahwa usia 48 tahun bukanlah perjalanan singkat. Di dalamnya terdapat kisah perjuangan, pengorbanan, pelayanan, dan kesaksian iman yang telah membentuk identitas gereja hingga hari ini. Menurut Sapta, perayaan ulang tahun gereja bukan sekadar mengenang masa lalu. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi kesempatan memperbarui komitmen untuk hidup sebagai satu tubuh Kristus. Mengutip pesan Rasul Paulus kepada jemaat Efesus, ia menegaskan bahwa kesatuan gereja tidak dibangun atas dasar kesamaan suku, pendidikan, atau status sosial, melainkan oleh kasih Kristus yang mempersatukan berbagai perbedaan menjadi satu keluarga Allah
Suasana syukur juga terasa melalui berbagai sambutan. Sesepuh POUK DKI Jakarta, Drs. Asikin Baiin, M.M., menilai keberadaan POUK Hosana Cililitan merupakan bukti nyata anugerah Tuhan. Berbagai suka dan duka yang dialami selama puluhan tahun telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan pelayanan gereja tersebut. Senada dengan itu, Ketua BP POUK DKI Jakarta, Pdt. Jimy Steven, menyampaikan apresiasinya terhadap peran aktif POUK Hosana Cililitan dalam berbagai kegiatan POUK se-DKI Jakarta. Menurutnya, meskipun tidak besar secara jumlah, gereja tersebut mampu memberi kontribusi nyata bagi pelayanan dan kepemimpinan di lingkungan POUK DKI Jakarta. Ucapan selamat juga datang dari perwakilan Bintaljarahdam Jaya, Pdt. Nababan. Ia berharap POUK Hosana yang berada di kawasan pelayanan Kodam Jaya dapat terus memperkuat sinergi dengan berbagai unsur masyarakat dan institusi, sekaligus menjadi mitra strategis dalam membangun kehidupan berbangsa yang harmonis. Menutup rangkaian acara, perwakilan majelis gereja, Penatua Taripar Panjaitan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Baginya, usia 48 tahun bukanlah garis akhir, melainkan titik tolak untuk terus berkarya dan menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Bagi jemaat POUK Hosana Cililitan, perayaan ini bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah institusi gereja. Perayaan ini adalah pengingat bahwa kasih, persaudaraan, dan pelayanan tetap menjadi fondasi utama yang menjaga nyala iman tetap hidup dari generasi ke generasi ( spt )







LEAVE A REPLY